Senin, 08 Oktober 2012

MENDESAIN SISTEM KEAMANAN JARINGAN

Metode Keamanan Jaringan
Dalam merencanakan suatu keamanan jaringan, ada beberapa metode yang dapat
ditetapkan, metode-metode tersebut adalah sebagai berikut :
1. Pembatasan akses pada suatu jaringan
Ada beberapa konsep dalam pembatasan akses jaringan, yakni sebagai berikut :
a. Internal Password Authentication
Password local untuk login ke sistem harus merupakan password yang baik serta
dijaga dengan baik. Pengguaan aplikasi shadow password akan sangat membantu.
b. Server Based password authentication
Termasuk dalam metoda ini misalnya sistem Kerberos server, TCP-wrapper, dimana
setiap service yang disediakan oleh server tertentu dibatasi dengan suatu daftar host
dan user yang boleh dan tidak boleh menggunakan service tersebut
c. Server-based token authentication
Metoda ini menggunakan authentication system yang lebih ketat, yaitu dengan
penggunaan token / smart card, sehingga untuk akses tertentu hanya bisa dilakukan
oleh login tertentu dengan menggunakan token khusus.
d. Firewall dan Routing Control
Firewall melindungi host-host pada sebuah network dari berbagai serangan. Dengan
adanya firewall, semua paket ke sistem di belakang firewall dari jaringan luar tidak
dapat dilakukan langsung. Semua hubungan harus dilakukan dengan mesin firewall
2. Menggunakan Metode dan mekanisme tertentu
• Enkripsi
Salah satu cara pembatasan akses adalah dengan enkripsi. Proses enkripsi meng-encode
data dalam bentuk yang hanya dapat dibaca oleh sistem yang mempunyai kunci untuk
membaca data. Proses enkripsi dapat dengan menggunakan software atau hardware.
Hasil enkripsi disebut cipher. Cipher kemudian didekripsi dengan device dan kunci yang
sama tipenya (sama hardware/softwarenya, sama kuncinya). Dalam jaringan, sistem
enkripsi harus sama antara dua host yang berkomunikasi. Jadi diperlukan kontrol
terhadap kedua sistem yang berkomunikasi. Biasanya enkripsi digunakan untuk suatu
sistem yang seluruhnya dikontrol oleh satu otoritas
Terminologi Kriptografi
Kriptografi (cryptography) merupakan ilmu dan seni untuk menjaga pesan agar
aman. (Cryptography is the art and science of keeping messages secure. [40]) “Crypto”
berarti “secret” (rahasia) dan “graphy” berarti “writing” (tulisan) [3]. Para pelaku atau
praktisi kriptografi disebut cryptographers. Sebuah algoritma kriptografik (cryptographic
algorithm), disebut cipher, merupakan persamaan matematik yang digunakan untuk
proses enkripsi dan dekripsi. Biasanya kedua persamaan matematik (untuk enkripsi dan
dekripsi) tersebut memiliki hubungan matematis yang cukup erat.
Terminologi Enskripsi - Dekripsi
Proses yang dilakukan untuk mengamankan sebuah pesan (yang disebut
plaintext) menjadi pesan yang tersembunyi (disebut ciphertext) adalah enkripsi
(encryption). Ciphertext adalah pesan yang sudah tidak dapat dibaca dengan mudah.
Menurut ISO 7498-2, terminologi yang lebih tepat digunakan adalah “encipher”. Proses
sebaliknya, untuk mengubah ciphertext menjadi plaintext, disebut dekripsi
(decryption). Menurut ISO 7498-2, terminologi yang lebih tepat untuk proses ini adalah
“decipher”.
• Digital Signature
Digunakan untuk menyediakan authentication, perlindungan, integritas, dan nonrepudiation
• Algoritma Checksum/Hash
Digunakan untuk menyediakan perlindungan integritas, dan dapat menyediakan
authentication
• Satu atau lebih mekanisme dikombinasikan untuk menyediakan security service
3. Pemonitoran terjadwal terhadap jaringan
Dengan adanya pemantauan yang teratur, maka penggunaan sistem oleh yang tidak
berhak dapat dihindari / cepat diketahui. Untuk mendeteksi aktifitas yang tidak normal,
maka perlu diketahui aktifitas yang normal. Proses apa saja yang berjalan pada saat
aktifitas normal. Siapa saja yang biasanya login pada saat tersebut. Siapa saja yang
biasanya login diluar jam kerja. Bila terjadi keganjilan, maka perlu segera diperiksa. Bila
hal-hal yang mencurigakan terjadi, maka perlu dijaga kemungkinan adanya intruder.
Metodologi keamanan informasi bertujuan untuk meminimalisasi kerusakan dan
memelihara keberlangsungan bisnis dengan memerhatikan semua kemungkinan kelemahan dan
ancaman terhadap aset informasi. Untuk menjamin keberlangsungan bisnis, metodologi
keamanan informasi berusaha memastikan kerahasiaan, integritas dan ketersediaan aset
informasi internal. Hal ini termasuk penerapan metode dan kontrol manajemen risiko. Pada dasarnya, yang dibutuhkan adalah rencana yang bagus dan meliputi aspek administratif, fisik,
serta teknis dari keamanan informasi.
Beberapa Langkah dalam perancangan Sistem dengan memperhatikan aspek Keamanan
Jaringan :
1. Menentukan topologi jaringan yang akan digunakan.
2. Menentukan kebijakan atau policy .
3. Menentukan aplikasi – aplikasi atau servis-servis apa saja yang akan berjalan.
4. Menentukan pengguna-pengguna mana saja yang akan dikenakan oleh satu atau lebih
aturan firewall.
5. Menerapkan kebijakan, aturan, dan prosedur dalam implementasi firewall.
6. Sosialisasi kebijakan, aturan, dan prosedur yang sudah diterapkan.
Arsitektur sistem IDS
Intrusion Detection System (IDS) pada implementasi tugas akhir ini tediri dari komponen
komponen / modul :
1. Sensor modul
2. Analyzer modul
3. Database system
Sensor berfungsi untuk mengambil data dari jaringan. Sensor merupakan bagian dari
sistem deteksi dini dari IDS. Untuk itu digunakan suatu program yang berfungsi sebagai
intrusion detector dengan kemampuan packet logging dan analisis traffik yang realtime.
Analyzer berfungsi untuk analisa paket yang lewat pada jaringan. Informasi dari analyzer yang
akan menjadi input bagi sistem lainnya.
Salah satu perangkat lunak yang sering digunakan pada IDS adalah snort, karena snort
mempunyai kemampuan menjadi sensor dan analyzer serta sesuai untuk diterapkan pada
rancangan sistem keamanan.
Arsitektur Sistem AIRIDS Automatic Interactive Reactive Intrusion Detection
System
AIRIDS merupakan suatu metode kemanan jaringan yang bertujuan untuk membentuk
suatu arsitektur sistem keamanan yang terintegrasi antara Intrusion Detection System (IDS),
Firewall System, Database System dan Monitoring System.
komponen-komponen / modul AIRIDS berupa :
1. Intrusion detection system (IDS)
a. Sensor modul
b. Analyzer modul
2. Database system
3. Monitoring system
4. Firewall system
5. SMS system (optional)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar